Minggu, Maret 30, 2008

Kuburan dan Saya

-- scriptopedia kematian (4)

Makam adalah kekancing yang meneguhkan bahwa sebuah keluarga punya masa silam di sebuah kampung. Keluarga tanpa satu pun makam bisa dianggap sebagai keluarga tanpa masa silam, wangsa tanpa puak atau dinasti tanpa catatan sejarah.

Saya bisa mengerti jika pada masa kecil dulu saya pernah mengeluh: “Bu, kenapa sih kita gak punya makam?”

Pertanyaan itu muncul begitu saja pada salah satu hari lebaran. Berbeda dengan para tetangga yang biasa pergi berziarah ke kuburan setelah shalat ied, kami sekeluarga hanya duduk-duduk di ruang tamu. Rasanya tak enak. Saya seringkali merengek-rengek untuk diijinkan ikut salah satu tetangga yang berziarah ke kuburan.

Saya tinggal di kampung kecil di pelosok perbatasan antara Cirebon dan Kuningan. Kami keluarga perantau: bapak dari Jogja dan ibu dari Bandung. Tak ada satu pun sanak saudara di kampung.

Selengkapnya......

Selasa, Maret 25, 2008

Isyarat Kematian di Langit Gunung Kidul

-- scriptopedia kematian (3)

Isyarat kematian itu selalu datang tanpa permisi, tiba-tiba dan tak berbelas kasih.

Ia selalu datang di sekitar atau menjelang tengah malam. Biasanya, kedatangannya didahului oleh hembusan angin sepoi-sepoi yang menegakkan bulu kuduk. Jika sudah demikian, bersiaplah mendongakkan kepala, picingkan mata setajam-tajamnya, perhatikan pucuk-pucuk pohonan di sekeliling dan pastikan apakah Anda melihat pijar bola api berwarna merah semu kuning yang menyemburatkan sinar bercorak kebiruan dengan ekor sinar yang bisa mencapai panjang dua meter.

Jika sepasang mata Anda benar-benar melihatnya, silakan berdoa agar pijar bola api itu tidak melesat cepat ke arah Anda atau ke tempat di mana Anda sedang bermukim. Sebab jika benar, bersiaplah untuk menikmati hari-hari terakhir Anda menghirup kehidupan.

Selengkapnya......

Sabtu, Maret 22, 2008

62 Tahun Wafatnya Amir Hamzah

-- scriptopedia kematian (2)

Amir Hamzah adalah bangsawan yang harus tewas karena statusnya sebagai bangsawan.

Di Tanjungpura, Langkat, Amir Hamzah dilahirkan pada 28 Februari 1911. Status sebagai anak bendahara Kesultanan Langkat membukakan jalan lebar bagi Amir Hamzah untuk mencecapi bangku sekolah setinggi mungkin, menguakkan jalan untuk membangun hubungan dengan para intelektual dan sastrawan, dan memungkinkannya berkarya dan menulis puisi tanpa harus dipusingkan perkara perut dan bertahan hidup.

Tapi, status sebagai bangsawan itu pula yang menjadi kunci dari kematiannya yang rudin.

Selengkapnya......

Kamis, Maret 20, 2008

Nikah di Depan Jenazah Ayah

-- scriptopedia kematian (1)

Beberapa bulan lalu saya pernah menonton feature “10 film bertema wedding terbaik versi HBO”. Beberapa di antaranya sudah saya saksikan. Tapi, dari 10 film tersebut, sepertinya tak ada yang sedramatis pernikahan seperti yang akan saya ceritakan sebentar lagi. Menariknya, ini bukan film, tapi sebuah kisah nyata.

Peristiwa ini berlangsung di Jogjakarta, tepatnya di Bangsal Kencono, salah satu ruangan paling wingit di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di ruangan inilah raja-raja dari Dinasti Hamengkubuwana menjalankan kekuasaannya. Usia Bangsal Kencono hampir setua usia Kraton Yogyakarta.

Pernikahan yang aneh, ganjil dan tak pernah terjadi sepanjang sejarah kraton ini digelar pada 7 Oktober 1988. Keganjilan ini disebabkan –setidaknya—oleh tiga pokok: (1) akad nikah dilaksanakan di Bangsal Kencono, (2) akad nikah digelar untuk empat pasangan kakak-beradik sekaligus dan (3) pernikahan dilaksanakan di hadapan jenazah Sultan Hamengkubuwana IX.

Selengkapnya......

Selasa, Maret 18, 2008

Peta

:: dipicu oleh berita ini dan postingan ini

Pada mulanya adalah hasrat. Lalu gulungan kertas di hamparkan, titik-titik di tebarkan, warna-warni ditaburkan, batas-batas dipastikan dan peta pun dilahirkan. Lalu, seperti yang sering kita baca dari sejarah, penaklukkan dikukuhkan.

Itulah sebabnya Cornelis dan Frederik de Houtman rela menanggung resiko dipenjara demi memeroleh selembar peta, sementara anak-anak sekolah di Indonesia memerlakukan peta sebagai bahan ajar yang mesti dihapalkan demi memeroleh ponten bagus dalam pelajaran ilmu bumi.

Dari bab 13 buku Miles Harvey, “The Island of Lost Map”, saya menemukan cerita bagaimana si kembar Houtman, di kota Lisbon, susah payah mendapatkan selembar peta navigasi yang dipergunakan para pelaut Portugis untuk berlayar ke Hindia. Keduanya tertangkap dan dipenjara dengan dakwaan menyelundupkan peta ke Belanda.

Selengkapnya......

Minggu, Maret 16, 2008

Ijazah

Inilah salah satu contoh dari teks yang dibacakan sewaktu seorang Doktor ditahbiskan di sebuah universitas di Eropa pada 1932:

“Saluten! Sapienti consilo a mairoribus nostis institutum est ut bonarum artium studiosi, anteaquam doctrinam suam ad communem vitae usum confferrent laudabiliter peractis studiis adademicis publicum peterent industriae et eruditionis testimonium et documentum. Quamobrem cum ornatissimus Jan Rusconi e pago Ede legibus academicis satisfecisset atque ad summos honores iam contenderet ipsius eruditiioni debitos. Nos, quo causam honestissimam aduivaremus, cum de progressibus eius in disciplinis ad faculatem Litterarum et Philosophiae pertinentibus disquisiotinem intstituimus, tum audivimus eum defendetem dissertationem cui titulus: Sjair Kompeni Welanda Berperang dengan Tjina voorzien van inhoudsopgave en aanteekeningen.

In quibus omnibus cum sese talem praestitisset, ut nobis doctrinam et diligentiam probaret, honorificum quod ei debetur virtutis testimonium tribuimus idque propter insignia eius prae ceteris merita CUM LAUDE. Quaproter, Nos, pro prostate nobis concessa, eundem Jan Rusconi LITTERARUM et PHILOSOPHIAE DOCTOREM solemni more creavimus et renuntiavimus et ei concessimus quiquid iuris et honoris doctori letime creato aut lege aut longa consuetudine tribui haberiquie solert. Cuius rei quo sit certior et testatior fides, diploma hoc publicum, manu Actuarii Nostri subscriptum et maiori Universitatis sigillo confirmatum, ei tredendum curavimus.”


Artinya:

Selengkapnya......

Jumat, Maret 14, 2008

Malioboro, Pada Satu Sore....

Ia dipanggil John Tatto. Di dada kirinya terpacak tatto bergambar donald bebek. Di lengan kanannya terlihat tatto yang mulai kabur tapi masih cukup jelas menampakkan tiga huruf: PAS. “Itu singkatan Perkumpulan Anak Pasar,” katanya.

Kami duduk di bangku panjang di trotoar depan Gedung Agung di ujung Malioboro. Tangan kanannya menggenggam sebotol AO, sebutan untuk salah satu merk minuman beralkohol. Saya menyimak semua geraknya: tangan kiri memegang botol dengan bagian bawah menghadap ke atas, lalu telapak tangan kanannya memukul bagian bawah botol, prak…. Sejurus kemudian, tutup botol dengan mudah dibuka hanya dengan mengulirnya. Dia menuang isi botol ke gelas kecil hingga penuh. Ia menyodorkannya pada saya seraya berujar: “Harus habis!”

Saya menghabiskannya dalam sekali tenggak. Saya masih memegang gelas kecil itu dengan tangan kiri. Mataku melongok ke dalamnya. Ada sedikit sisa busa putih yang melekat di dasar gelas. Sisanya: kosong!

Selengkapnya......

Kamis, Maret 13, 2008


T-shirt ini cocok untuk:

1. Orang yang sudah pacaran lebih dari setahun.
2. Orang yang pacarnya belakangan lebih mirip ekor ketimbang homo sapiens.
3. Orang yang pacarnya belakangan sering bilang: "Tunggu apa lagi, sih? Keburu tua, sayang...."
4. Orang yang pacarnya masih gak mau ngerti bahwa sejarah Manchester United jauh lebih panjang ketimbang riwayat hidup dirinya.
5. Orang yang pacarnya sering membanggakan mantan pacar, kakak, ortu atau saudaranya hanya gara-gara urusan: "Jelek-jelek gitu mereka S-1, loh...."
6. ........ (Silakan susun sendiri kriteria selanjutnya)

Senin, Maret 10, 2008

Warung Senja*

[cerita kedua. bukan untuk siapa-siapa. versi asli cerita ini bisa dibaca di sini]

Brosur-brosur perjalanan wisata menyebut kota ini sebagai tempat terbaik untuk menghayati senja. Inilah kota terbaik untuk merayakan kegembiraan, rasa riang juga kebahagiaan.

Tapi aku datang ke sini dengan mengabaikan satu peringatan. Ya, aku datang ke kota ini seorang diri, sesuatu yang sangat tak dianjurkan oleh semua kabar burung atau brosur-brosur perjalanan wisata, sebab tak ada tempat bagi orang-orang yang datang sendiri kemari.

Tapi, toh, aku sudah di sini, dengan segala macam risikonya. Aku ingin berdamai dengan kehilangan yang membuatku lungkrah. Jika memang benar kota ini tempat terbaik untuk merayakan senja dan kebahagiaan, pastilah tempat ini akan menjadi tempat terburuk mengerek rasa kehilangan. Akan kubiarkan saja kota ini bekerja semaunya, menghabiskan semua tenaga yang kumiliki untuk bersedih dan berkaca-kaca. Biar terkuras semuanya. Biar tuntas segalanya.

Aku berencana memusnahkan semua jejak yang tak enak di sini, melumat semua kepedihan yang menahun di kota ini, mungkin dengan mengubur sehelai potret. Di kota ini, ada satu tempat terbaik untuk menggelar ritual penuh beban itu. Seseorang memberitahu keberadaan tempat tersebut.

Tempat itu bernama "Warung Senja".

Selengkapnya......