Selasa, Mei 29, 2007

The Girl in the Café

buat: nd

Coffee has two virtues: it is wet and warm. (Dutch Proverb)

Aku bukan seorang pecandu kopi. Aku harus mengatakan ini karena aku tak ingin menutupinya hanya karena kita pernah ngopi beberapa kali atau hanya karena kamu sedang belajar menjadi peracik kopi di sebuah café.

Tapi aku juga tak ingin berdusta bahwa aku begitu menikmati saat di mana aku mereguk secangkir kecil espresso hitam yang pahit di di hadapanmu. Kau pasti ingat, belakangan aku sering memesan jenis kopi selain espresso. Espresso hitam tanpa gula yang ku pesan jika aku sedang duduk di hadapanmu. Tidak capuccino, tidak juga hot chocolate.

Barangkali, kamulah yang diam-diam mengajariku untuk bisa menikmati kembali khidmatnya segelas espresso.

Selengkapnya......

Sabtu, Mei 26, 2007

Pada 27 Mei 2006: Requiem untuk Seorang Bayi

Kamar jenazah RSUD Wirosaban yang ada di pinggiran selatan kota Jogjakarta tampak lengang di hari pertama gempa. Sekitar pukul 15.00, 7 jam seusai gempa yang membikin lantak Jogja Selatan, saya mendekati bangsal kematian yang tampak dingin itu. Pintunya terbuka menganga lebar. Saya ragu untuk melangkah maju. Genangan darah yang mengering tercecer di mana-mana.

Dari radius lima meter, bau amis darah langsung menyergap. Perut mendadak terasa diacak-acak. Pandangan meremang kabur.

Huueekkhhh. Saya muntah di situ juga. Indomie rebus yang kusantap di dapur umum dekat rumah langsung keluar seketika. Semua-muanya.

Selengkapnya......

Selasa, Mei 22, 2007

Drama di Athena

Sebentar lagi, sepakbola Eropa akan menggelar hajat terbesarnya tahun ini: final Liga Champions 2007 antara AC Milan dan Liverpool. Kita tidak tahu drama macam apa lagi yang akan mereka suguhkan. Adakah seseru dan sedramatis perjumpaan mereka di final 2005 di Istanbul?

Jika mereka ingin mengetengahkan drama yang memesona, tak ada tempat sebaik Athena untuk mementaskan drama itu.

Di kota inilah buhul Sophocles menuliskan naskah-naskah drama yang hingga kini masih dipentaskan di mana-mana. Dan di sini pulalah, 2406 tahun sebelum Steven Gerard dan Paolo Maldini memimpin anak buahnya mengelar pertarungan yang mungkin akan sedramatis final 2005, Socrates sudah lebih dulu mementaskan sekaligus mengakhiri hidupnya yang unik dengan dramatis.

Selengkapnya......

Rabu, Mei 02, 2007

Maut Kamikaze

Saya tidak tahu apakah prajurit kerajaan Klungkung, Badung atau anak buah Ngurah Rai meminum arak Bali lebih dulu atau tidak menjelang digelarnya ritus maut Puputan.

Yang saya tahu, 39 tahun setelah Puputan di Badung dan 37 tahun usai Puputan di Klungkung, para pilot Angkatan Udara Jepang di wilayah Pasifik menenggak seseloki sake lebih dulu sebelum menabrakkan pesawat tempur yang dikendarainya ke sejumlah kapal induk Sekutu.

Lewat sebuah film dokumenter hitam putih yang dikeluarkan National Georgraphic, saya menyaksikan sekitar 7 pilot pesawat tempur Jepang berdiri melingkar. Usia mereka sungguh muda. Belum lewat 30 warsa. Di tengah-tengah mereka, berdiri seorang lelaki paruh baya. Dia tak mengenakan topi. Rambutnya tipis dan sudah mulai beruban. Dia tampak bicara sepatah dua kata. Sepertinya dia berasal dari pangkat yang lebih tinggi.

Di tangan mereka semua terdapat seseloki sake. Mereka menggenggamnya dengan mantap. Tiba-tiba, tujuh pilot muda itu secara serempak membungkukkan badannya ke depan.

Selengkapnya......