Kamis, Juli 19, 2007

Imam Mahdi dan "Tuhan yang Menyejarah"

Sebagai sebuah gugusan harapan dan cita-cita, Mahdiisme berkembang dengan eksesif dan massal ketika manusia menganggap hidup telah betul-betul sengak, muram, serta penuh bencana dan nestapa.

Orang kemudian menunggu dengan penuh cemas kedatangan seorang "Juru Langsir Sejarah" yang bisa menarik mereka dari kubangan kekelaman dan kegetiran yang akut dan (akhirnya) menuntun mereka memasuki gerbang tata dunia yang cemerlang keemasan.

Karena itu, Mahdiisme menjadi sebuah matra yang sungguh luas, yang satu sama lain membentuk konektivitas kompleks dari (meta) sejarah dan teologi dengan visi-visi sekundernya yang bersifat chilliastic-messianis (kedatangan pembaru dan Juru Selamat), millenarian (gagasan tentang suatu kurun yang jaya), utopianisme, serta sejumlah unsur visionaris kenabian lainnya.

Mahdiisme itulah, sebut Oliver Leaman, yang merupakan salah satu tesis penting yang menyatukan tiga agama besar Ibrahimiyah (Yahudi, Nasrani, dan Islam). Harapan akan kedatangan Juru Selamat (Messiah/Elijah/Ratu Adil/Ratu Sunda) adalah gagasan yang sama tuanya dengan usia agama-agama. Mahdiisme kelak bahkan akan menjadi jantung agama-agama itu.

Mahdiisme kelak memang akan menjadi jantung agama-agama (Ibrahimiyah). Ketika agama telah kehilangan daya cengkeram dan daya pukau, saat visi kenabian yang diwartakan Ibrahim, Musa, Isa, atau Muhammad semakin aus digerus masa dan perubahan tekstur dunia, agama tidak hanya membutuhkan pembaru, tapi lebih dari itu. Ia membutuhkan sebuah tiupan roh baru (mungkin seperti ketika Tuhan meniupkan roh untuk pertama kali ke ubun-ubun Adam di Taman Eden).

Dalam teologi Islam, Imam Mahdi dipercaya akan datang di hari-hari menjelang kiamat. Dia menjadi sosok tandingan Dajjal bermata satu yang diperkirakan juga akan muncul di muka bumi. Dajjal dan Imam Mahdi (bersama diturunkannya nabi Isa) adalah trisum yang kedatangannya menjadi penanda akhir zaman sudah makin dekat.

Barangkali benar, Tuhan memang Maha-Pembuat-Skrip. Dia tahu betul bahwa pada suatu waktu kelak, agama yang Dia turunkan kepada sejumlah orang kepercayaannya (mungkin 25 orang mungkin juga lebih) akan terkikis daya pukaunya. Dan Dia sudah menyiapkan sebuah skenario (meta)sejarah yang cerdas untuk menyiasatinya.

Apa? Ya, Imam Mahdi itu.

Seperti yang dengan baik ditunjukkan oleh Kaveh L. Afrasiabi, penulis buku Global Anthology on Religion and Ecology, kemunculan Imam Mahdi adalah peristiwa eskatologis yang dapat dipahami sebagai kesinambungan manifestasi Tuhan dan watak pelibatan Tuhan dalam hubungannya dengan dunia, terutama kemanusiaan. Sebagai salah satu karya kreatif Tuhan, kedatangan Mahdi secara teologis bisa dibaca sebagai momen ketika Tuhan yang transenden dan ada di matra metasejarah menyingkapkan diri ke alam sejarah yang terjangkau.

Dengan itulah Tuhan menjadi sesosok individu yang dapat dibayangkan atau dalam kata-kata Nicholas Hescher (2003) sebagai "fiksi otentik" yang kemunculannya secara intuitif telah memunculkan de res possibia atau ketakrealitasan yang dapat dibayangkan.

Pembayangan kehadiran Tuhan dalam sejarah itu juga terlihat dari perbedaan antara pembaru (chiliastic) dan Juru Selamat (messiah). Dalam kondisi akut, sosok pembaru diyakini tak akan bisa menyelesaikan perkara berat yang menumpuk. Dibutuhkan seseorang yang bukan sekadar pembaru, melainkan lebih dari itu, yakni sesosok yang (dibayangkan) memiliki lisensi dari Tuhan untuk membimbing manusia. Tanpa lisensi dari Tuhan itulah, kedatangan Mahdi tidak akan mengkristal dalam masyarakat.

Sebagai tamsil, kita bisa bergerak ke samping, mengendus makna Mahdi dalam Syiah. Kita akan menemukan segugus keyakinan bahwa kelenyapan Imam ke-12 justru memberi pengikutnya kepercayaan bahwa kendati mereka gagal mangarungi sejarah, itu karena mereka memang belum mengeluarkan semua "senjata"-nya. Masih ada "senjata pamungkas" (Imam ke-12) yang masih tersimpan entah di mana.

Maka penderitaan ketika Imam yang dinanti itu belum kunjung muncul bisa dipahami sebagai penderitaan yang dialami "para pejalan suci" yang sedang menuju realitas akan datang yang lebih baik. Mereka (juga setiap orang yang percaya dengan model gagasan ini) tak pernah menganggap setiap kedatangan bencana dan penderitaan sebagai kesalahan manusia, melainkan skrip yang telah disusun Tuhan sebagai prakondisi bagi kedatangan Imam Mahdi.

Gagasan Mahdiisme adalah gagasan tua yang nyaris ada di semua teritori kebudayaan, baik Timur maupun Barat. Gagasan itu ditransmutasikan antargenerasi dengan pelbagai cara dan model. Dan hingga abad-abad mendatang, gagasan Mahdi, dalam bentuk dan format gerakan yang mungkin juga berbeda, tetap akan punya pasarnya sendiri.

Namun, ada perbedaan mendasar antara Mahdiisme yang telah terjadi serta kini banyak ditemukan itu dan Mahdiisme dalam pengertiannya yang otentik, yang diharapkan oleh banyak orang muncul di akhir zaman. Beberapa ciri utama dari Mahdiisme "lama" bisa dilacak dari kecenderungannya yang bersifat partikular, lokal, sektarian, dan irasional. Tidak jarang mereka menganjurkan jalan kekerasan sebagai penuntasan perkara.

Apa yang kita dengar tentang gerakan Ratu Adil di Jawa; Ratu Sunda di Jawa Barat; Manamarkeri di Biak, Papua; Khalki di Bali; atau Imam ke-12 di Syiah adalah salah satu contoh karakter Mahdi "lama" itu. Adapun sekte Aung Shin Rikyu di Jepang dan kelompok Gerald Krein di Oregon adalah contoh Mahdiisme yang mengajarkan kekerasan.

Ini menarik mengingat jika kita mengacu pada sejumlah rujukan teologis ihwal kedatangan Mahdi, akan kita temukan beberapa pernyataan bahwa Mahdi hadir justru untuk semua umat manusia, di semua tempat dan di waktu yang serempak. Mahdi adalah sosok pelintas batas. Ia datang tidak untuk satu kaum saja. Rahmat yang ia semaikan menjadi hak semua penghuni dunia yang memang menunggu kedatangannya dengan penuh harap.

Ciri universal Mahdi inilah yang memungkinkan Mahdi menjadi bentuk lain globalisasi. Inilah yang disebut oleh Syid Sadegh Haghigat, mahaguru politik Islam dari Iran, sebagai "globalisme Mahdi". Ini pula yang dianggap Haghigat sebagai model globalisasi alternatif yang humanis di luar globalisasi hegemonik yang merusak itu.

Tapi benarkah Mahdi akan mengubah dunia menjadi tata hidup yang adil dan penuh rahmat dengan mengandalkan keajaiban kekuatan suprarasional atau mukjizat?

Saya tidak begitu yakin. Bahkan para nabi pun, yang merupakan wakil terpilih Tuhan, terlibat dan melibatkan diri dalam proses historis yang tak lepas dari hukum besi sebab-akibat. Mukjizat mereka memang punya. Tapi tidak semua soal mereka selesaikan dengan mukjizat. Mereka juga memeras keringat, mengucurkan darah, dan meneteskan air mata dalam tugasnya menyampaikan nilai-nilai ilahiah. Maka selain ahistoris, keyakinan bahwa Mahdi akan mengubah dunia dengan penuh keajaiban, juga akan membikin umat manusia menjadi sekumpulan domba yang tak punya inisiatif.

Dari perspektif yang lebih rasional, jika memang ada, Mahdi tidak datang saat dunia betul-betul chaos, yang dalam hitungan detik bisa langsung disulap menjadi lebih baik.

Tidak. Itu klenik. Itu pasti ditolak oleh orang-orang yang percaya pada gagasan Mahdiisme dengan cara yang lebih rasional.

Kedatangan Mahdi mutlak didahului serangkaian perubahan historis yang tercipta akibat dinamika internal kemanusiaan. Manusia harus terlibat dan bertanggung jawab dalam semua proses terbentuknya Kerajaan Tuhan, globalisme Mahdi, di muka bumi. Pelibatan dan tanggung jawab itulah yang justru akan membuat globalisme Mahdi menjadi puncak keinginan umat manusia.

Ini pula yang akan menjadikan globalisme Mahdi berbeda dengan globalisme hegemonik Amerika. Globalisme Mahdi seperti dalam cita-cita ideal di atas merupakan bentuk globalisasi yang berasal dari bawah (bottom up), berdasarkan kebutuhan riil dan harapan manusia.

Jika melulu mempercayakan kepada Mahdi, globalisme Mahdi akan sama dengan globalisasi Amerika yang lebih merupakan kepentingan para elite pemilik kapital: sama-sama datang dari atas (top down). Itulah perubahan-perubahan historis sebagai akibat dinamika internal manusia (bukan akibat penetrasi kekuatan eksternal yang gaib), yang akan menjadi prakondisi yang memungkinkan kedatangan Mahdi. Setelah itu, barulah Mahdi akan betul-betul datang untuk menyatukan nilai-nilai kebenaran dan keadilan ke dalam langgam yang menyatu, serempak, universal, dan global.

Inilah yang diyakini sebagai visi otentik Mahdiisme. Tentu saja menurut orang-orang yang memercayainya dengan cara yang lebih modern.

8 komentar:

udin mengatakan...

soal imam mahdi,aku jadi ingat soal selebaran yang sempat beberapa kali aku temukan secara tak sengaja. si penerima selebaran itu diharap untuk meneruskan pesan itu kepada orang lain,menggandakannya, dan menyebarkannya.jika tidak,maka nasib malang akan menimpa dirinya.pesan yang menyatakan dirinya berasal dari penjaga makam yang masih keturunan nabis saw itu, muncul sebagai akibat banyaknya kemunafikan, kemaksiatan di muka bumi. apakah pesan itu datang dari imah mahdi,untuk menghalau dajjal?

kalau dari anjurannya,memanglah ada benarnya,menyeru agar manusia lebih bertakwa kepada tuhan,tapi kalo kemudian wajib menyebarkannya,jika tidak bakal mendapat musibah,kok seurem....

entahlah, aku mangkin tak mengerti saja rahasia tuhan.dia berkuasa,dia punya kekuatan untuk menjadikan dunia dan seisinya dibawah kuasanya hanya dg kun fayakun,tapi kok ya harus melewati beberapa pintu...beberapa agama....yang masing2 punya versi sendiri-sendiri...

ajaran kebenaran imam mahdi pun menjadi klaim,aku ini yang benar,kalo cuma sampoai disitu nggak masalah,tapi kalo kemudian maksa,kalian harus ikut, ya benar menurut siapa....

Mr. XXX said mengatakan...

Salam Kasih Dan Damai u/ kita semua.


Untuk Kondisi sekarang ini mungkin yang sebaiknya kita lakukan adalah intropeksi diri, sehingga akan timbul sadar diri. Setelah itu akan muncul kesadaran kosmos yang pada akhirnya akan mendapatkan sinar ilahi dari Tuhan YME. Dengan begitu segala pikiran2 kotor, busuk dan jelek sedikit demi sedikit akan terkikis dan menjadi bersih. Lalu setelah itu kita aplikasikan perbuatan2 baik dalam kehidupan kita sehari-hari dalam setiap nafas kehidupan dan selama jantung ini masih berdetak. Semoga kesadaran Spiritual masyarakat kita semakin terasah dan berbudi pekerti luhur.

Ada banyak cara yang kita lakukan u/ intropeksi diri, semua terserah dan tergantung manusianya. Tetapi pada intinya bahwa barangsiapa yang melakukan intropeksi diri dengan baik, maka ia akan mengenal diri nya, lalu ia akan mengenal Tuhan-Nya. Setelah itu ia akan mengenal Ciptaannya. Sehingga didapatilah berkah dan karunia dari TUHAN YME berupa Pencerahan2. Dengan begitu ia akan menjalani Bahtera Kehidupan ini dengan BENAR, LURUS DAN JUJUR, walaupun perjalanan ini amat melelahkan. Bahkan penuh pengorbanan2, Cucuran air mata dan keringat pun akan selalu mengiringi seorang manusia.

TAPI DENGAN KEYAKINAN, TEKAD DAN SEMANGAT YANG TINGGI, IA TAKKAN MEMPERDULIKAN HAL ITU. BAHKAN SEMUA ITU IA LALUI DENGAN KEPASRAHAN DAN SENYUMAN YANG TULUS. KARENA IA YAKIN, BAHWA SEMUA ITU IA LAKUKAN DEMI TUHANNYA. KARENA IA BERSYUKUR TELAH DIBERIKAN KESEMPATAN OLEH TUHANNYA, UNTUK MENIKMATI LIMPAHAN KARUNIA-NYA BERUPA NI’MAT HIDUP DAN NI’MAT2 LAINNYA.
SEMUA YANG IA JALANI AKAN DI PERSEMBAHKAN KEPADA SANG MAHA DIRAJA ALAM SEMESTA, DENGAN PENUH GAGAH BERANI, KETULUSAN DAN KEIKHLASAN.

SEMOGA SEMUA MAKHLUK MENDAPATKAN RAHMAT DAN HIDAYAHNYA, AMIN.

SALAM.

others mengatakan...

Bagi yang tertarik dengan cerita masa depan ini, bacalah PERANG BARATAYUDHA (PERANG AKHIR JAMAN).
Pelajarilah dengan teliti siapa tokoh sri Kresna dan riwayat hidupnya.

KRESNA = Nabi Isa AS (Yesus) sesuai dengan cerita, ia akan turun kebumi lagi.
ARJUNA = Imam Mahdi (dari kubu Pandawa / Wangsa Kuru = Quraish)
NARAKASURA = Dajjal (akan dibunuh oleh Kresna sebelum perang dimulai).
DURYUDHANA = Raja umat Yahudi (Wangsa Yadawa = moyang / kerabat keluarga dari Kresna dahulu)

PANDAWA = Persatuan negara-negara Muslim mungkin termasuk India
KURAWA = Umat Yahudi/Yadawa kemungkinan dibantu USA-UK, Italy atau sekutu lainnya.
PIHAK NETRAL = Negara-negara yang tentaranya ditolak oleh kedua kubu.

Kresna turun lagi kebumi bukan untuk menghentikan perang tetapi kewajibannya untuk berada di pihak yang benar.
Setelah membunuh Narakasura dan kerajaannya, Kresna membebaskan para budak yang ditindas oleh Narakasura.
Perang akan segera dimulai, Kresna menawarkan kepada umat Yahudi/Sekutu untuk memilih pasukannya atau memilih Dia.
Kurawa lebih memilih pasukaannya, Kresna akan "menemani" kubu Pandawa yang dipimpin oleh Arjuna dalam perang akhir jaman (Baratayudha).

Kali Yuga (Jaman Terbalik / Age of Enlightment) = dimulai tahun 1776 (MDCCLXXVI) sampai sekarang, kita nantikan berdirinya Kerajaan bekas Kuil Nabi Sulaiman yang akan didirikan kembali dan dikonversi menjadi kerajaan mistik Dajjal. Setelah terbunuhnya Dajjal beserta hancurnya kerajaan itu dan pembebasan para budak oleh Isa AS. Kemarau masih berlaku terus menerus akibat pemanasan global. Saat itulah perang dahsyat Baratayudha akan berlangsung. Saat hujan turun, perang selesai dengan sendirinya, kemenangan ada pada pihak Arjuna. Kresna kemudian moksa. Kiamat?

Ini bukan mengada-ada, tapi untuk referensi saja. Memang begitu adanya.

Gustavez mengatakan...

Trus ngapain Imam Mahdi sekarang?
Ngapain Nabi Isa skarang?
apa yg mereka lakukan sambil nunggu date line...
nunggu waktu mreka di turunkan...
tidur2an ? semedi ? main catur ?
isi TTS ? menyembah ? ibadah ?
atau melanjutkan perjuangan Nabi saw? perjuangan menyelamatkan ummat manusia dari kebodohan dan kesombongan mereka sendiri.
dari kekejaman diri mereka sendiri, karena manusia adalah salah satu makhluk yg bisa sombong pd saat bodoh,...
I have no idea bro...
Aku pernah dengar tentang Nabi Khidir AS. Beliau ini bertemu hampir dengan semua Nabi yg jumlah nya kurang lebih 124.000 seperti yang di katakan Sayyidina Ali.
Dan masih berjalan di muka bumi sampai sekarang...
ada banyak cerita2, kisah2 mistis yg di dengungkan org mengenai beliau.
ada yg bilang melihat kesaktiannya...
Dunia tanggung jawab nya, dia menggendong bumi dalam kantung hitam di pundak nya.
Dia berjalan jauh mengembara menemui satu persatu manusia yg namanya tercantum di dalam daftar kecil nya...mulai dari para Nabi,para Imam,para pendeta,para pemimpin spiritual,para sufi & safi,para pejuang,para raja dll.
pokok nya org2 yg punya andil dalam memperjuangkan keselamatan org banyak....
Kaya nya gak mungkin Nabi Isa AS dan Imam Mahdi berpangku tangan..
nunggu waktu mereka diturunkan..
manusia sudah hancur, hancur jiwa dan akal nya...
Dajjal ajah bekerja banting tulang mengerahkan segenap tenaganya menghancurkan semua fasilitas yg pernah diberikan Tuhan pd diri manusia...
jadi brother..pasang mata pasang telinga..
jangan lengah...siaga..
karena para Nabi dan para Imam masih berjalan di muka bumi..
kali ajah anda ketemu..atau pernah ketemu tapi nggak tau..nggak kenal mereka...
ciao..

sunan kuning penebar pesona mengatakan...

PANTUN GELOMBANG CINTA
( JERIT HATI DAN HARAPAN RAKYAT JELATA )
Oleh : Maulana Mahbub Al - Majnun

NUSANTARA NEGERI YANG KAYA
TEMPAT KORUPTOR BERPESTA PORA
HUKUM HANYA MILIK YANG KAYA
KESEWENANG - WENANGAN MERAJALELA

SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
LIHAT ORANG SUSAH MALAH TERTAWA
BENCANA JADI OBYEK WISATA
PENGGAL SAJA BIANG KEROKNYA

DUNIA DISEMBAH LAYAKNYA TUHAN
AGAMA JADI BAHAN CEMOOHAN
TAK DIRASA SEMUA PERINGATAN
NUSANTARA NEGERI KUTUKAN

BEBAN HIDUP SEMAKIN BERAT
ORANG BAIK BERUBAH JAHAT
TOBAT NASIONAL SUDAH TERLAMBAT
NUSANTARA MENUJU KIAMAT

KAMI WONG CILIK INGIN MENGADU
KEPADA SIAPA KAMI TAK TAHU
BERULANG KALI NYOBLOS PEMILU
TAPI KAMI SELALU TERTIPU

NASIB KAMI TAK PERNAH MENENTU
SAMPAI KAPAN KAMI TAK TAHU
BERHARAP - BERDOA SEPANJANG WAKTU
KAPAN LAKU GELOMBANG CINTAKU ?

KAMI WONG MLARAT PALING NGGAK KUAT
BILA MELIHAT TINGKAH POLAH PEJABAT
SEMUCI – SUCI DAN SEOLAH NINGRAT
PADAHAL DIBELAKANG, . . . . BEJAT

KAMI WONG CILIK CUMA INGIN TAHU
INI MEMANG BENAR ATAU CUMAN ISU ?
AKAN MUNCUL SEORANG RATU
YANG MEMIMPIN ATAS PERINTAH WAHYU

KEYAKINAN TAK BUTUH PEMBUKTIAN
MANUSIA BEBAS TENTUKAN PILIHAN
DIPUNCAK ZAMAN KEHANCURAN
ADAKAH JENDRAL BERHATI INTAN ?

AKU MEMANGGILMU KSATRIA NUSANTARA
KARENA DHARMAMU PADA KEBENARAN
WALAU NASIBMU TERLUNTA – LUNTA
SEMOGA ENGKAU BEROLEH PANGAYOMAN

AKU MEMANGGILMU PANDITA NUSANTARA
KARENA LAKUMU - LAKU YANG SUCI
WALAU DIHEMPAS BADAI DERITA
SEMOGA HIDUPMU SELALU DIBERKATI

MANUSIA PICIK GAMPANG BERMUSUHAN
LANTARAN NAIF MEMAKNAI FIRMAN
BILA TAK TURUN WAHYU KEPEMIMPINAN
PENAFSIRAN EGO MENJADI TUHAN

UMAT MENCARI – CARI DISAAT SEKARAT
SOSOK MANUSIA YANG MENERIMA WAHYU
MELURUSKAN KEMBALI AJARAN NABI MUHAMMAD
BUKAN WAHYU AGAMA BARU

NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
TERBITNYA FAJAR - SANG MENTARI HARAPAN
LANGKAH AVATAR SANGAT HATI – HATI
GELAP MALAM PENUH JEBAKAN

SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA ILMU PENERAWANGAN TERTINGGI

KELUAR MASUK PURA MANGKUNEGARAN
ALLHAMDULILLAH ORA KONANGAN
KELUAR MASUK RUMAH PEJABAT
TETAP SAJA TIDAK TERLIHAT

SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA PENERAWANGAN GAIB TERTINGGI

KECUALI OLEH MEREKA YANG DIKEHENDAKI
DIANTARA HAMBA – HAMBA SEJATI
YANG RELA MEMPERSEMBAHKAN DIRI
DEMI TEGAK HUKUM - KEADILAN ILAHI

NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
SEDERHANA, TAK BANYAK KONSEP TEORI
CUKUP MENGAMBIL YANG TULUS SUCI

RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
HANYA JALANKAN AMANAH ILLAHI

RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
CUKUP MENCETAK KADER MUMPUNI
LALU MENGHILANG BAK DITELAN BUMI

KITA SAMPAI DIBATAS WAKTU
KEBENARAN SEJATI MENUNTUN LAKU
LETAKKAN SEMENTARA PEMAHAMANMU
KITA DENGARKAN PENUTURAN WAHYU

BAGI YANG SUNGGUH MEMBUKA HATI
DENGAN POLOS TANPA PRASANGKA
SATRIO - PINANDITA SIAP MENEMANI
SAMPAIKAN KEBENARAN APA ADANYA

TABIR MASA MEMBUNGKUS RAHASIA
KAYAKAN CERITA AKAN NUANSA
BERDETAK JANTUNG KARENA ASA
MENGUJI NYALI JIWA PERKASA

WAHAI APARAT - PENEGAK HUKUM NEGARA
WAHAI ULAMA – PANDITA NUSANTARA
WAHAI PUTRA – PUTRA TERBAIK BANGSA
APAKAH AKAL DAN NURANIMU BUTA !!

Semarang,15 November 2007
Ditemani Gudang Garam Surya
Gudang air mata,Garam kehidupan, Surya pencerahan
Bravo IMAM MAHDI, para kekasih tak sabar menanti

Hidayah datang tak pandang bulu
Merasuk kedasar keyakinan,sepenuhnya atas kuasaNYA
salam bagi semua “orang gila” Semoga kita segera bersua.
Puisi ini adalah puisi orisinil penulis, yang diilhami dari mimpi 7 kali berjumpa IMAM MAHDI alias RATU ADIL alias SATRIO PININGIT alias AVATAR alias SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU alias
“MALIKUL MUQSITH”
Allah Subhaanahu Wataaala memberi GELAR KHUSUS sosok orang yang menerima wahyu diakhir zaman ini dengan gelar dan panggilan “MALIKUL MUQSITH”
MALIKUL – MUQSITH bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti RAJA ( PENEGAK ) KEADILAN alias RATU ADIL.
Dia menerima wahyu untuk meluruskan kembali ajaran Nabi Muhammad yang sudah banyak di selewengkan, ditambah – dikurangi serta di putar balikkan. Wahyu yang diterima bukanlah wahyu KENABIAN sehingga jelas tidak membawa AGAMA BARU, dan orang yang menerima wahyu ini sangat tidak pantas dan SALAH BESAR jika di sebut NABI BARU.
IMAM MAHDI adalah sebutan atau istilah yang lain untuk sosok yang dipanggil ALLAH dengan MALIKUL MUQSITH ini, ia NYATA dan memang benar – benar ADA. IMAM MAHDI berarti pemimpin pemberi petunjuk . RATU ADIL juga menerima wahyu kepemimpinan dalam arti RATU ADIL adalah orang yang memang dipilih ALLAH dan DIPERINTAH untuk memimpin dan membenahi negeri ini (NUSANTARA). Dalam konteks Indonesia yang sempit, beliau menjadi RATU ADIL dan dalam kapasitas yang lain dalam konteks dunia yang lebih luas beliau menjadi IMAM MAHDI.


Di zaman kelak Ratu Adil memimpin, kebenaran dan HUKUM ILAHI akan benar – benar ditegakkan. Meskipun beliau seorang muslim yang taat menjalankan syariat, tapi beliau memiliki toleransi dan apresiasi yang tinggi dengan semua pemeluk agama dan semua aliran kepercayaan. Beliau mengayomi semua golongan dengan keadilan, kebenaran, dan kejujuran. Beliau didampingi oleh ruh - ruh para Nabi dari semua AGAMA BESAR di dunia, baik Isa, Muhammad, Musa, Daud, Adam, Sri krisna, & Sidharta Gautama. Selain itu turut mendampingi beliau ruh leluhur Pulau jawa yaitu Sunan Lawu alias Brawijaya Pamungkas, Eyang Sabdo Palon dan Naya Genggong. Selain itu turut mengawal beliau ruh-ruh seluruh raja NUSANTARA yang bertaqwa .Juga banyak ratusan ruh wali-wali dari semua agama di sepanjang sejarah umat manusia . Allah tidak tanggung – tanggung dalam menurunkan seluruh KEKUATANNYA untuk mewujudkan tata kehidupan dunia yang lebih spirituaL dan lebih manusiawi. Kekuatan Allah itu dititipkan sebagai fasilitas perjuangan kepada IMAM MAHDI – RATU ADIL dan PASUKANNYA. Alangkah berbahagia jika anda yang membaca tulisan ini bisa ambil bagian menjadi pasukan MALIKUL MUQSITH ini.

Penulis sebelumnya adalah orang yang skeptis akan RATU ADIL yang menurut penulis itu Cuma MITOS. Tetapi petunjuk mimpi yang beruntun sebanyak 7 kali dalam kurun waktu th. 2005 – 2007, telah merubah pandangan dan keyakinan penulis secara drastis dan radikal - karena disetiap mimpi, gambarannya begitu jelas dan gamblang. Serta “ndilalah” semua informasi dari ketujuh petunjuk mimpi bisa terekam rinci dalam ingatan penulis. Selain berisi banyak informasi, petunjuk mimpi itu juga memberi beberapa terapi atau METODE PEMBERSIHAN JIWA TERBAIK MENURUT VERSI ALLAH SWT, sehingga berpengaruh dahsyat bagi lahir batin penulis.

Tulisan ini adalah media bagi penulis untuk berbagi pengalaman dan mempromosikan keyakinan yang nyata. Dan semoga berguna sebagai sarana untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap keberadaan Beliau yang sebenarnya memang nyata adanya. Penulis prihatin dengan banyaknya orang yang mengaku – aku menerima wahyu tanpa bisa memberi bukti kongkrit yang meyakinkan bahwa mereka (yang ngaku-ngaku itu) benar – benar menerima wahyu. Sebagai panduan agar masyarakat tidak dibodohi maka penulis ingin menginformasikan bahwa orang yang menerima wahyu :

1. Kenal akrab dengan Malaikat Jibril sebagai Malaikat Penyampai Wahyu. Dan tahu secara rinci tentang Jibril- termasuk bunyi redaksi tasbih malaikat jibril kepada Allah.Begitu pula bacaan tasbih dari Malaikat – Malaikat yang lain, Imam Mahdi yang sanggup berkomunikasi dengan mereka pasti tahu bacaannya semua.


2. Jika benar seseorang menerima wahyu, dia pasti juga mengalami pembersihan jiwa langsung dari Allah sebagaimana Nabi Muhammad mengalaminya. Mengapa ? karena untuk menerima wahyu suci, jiwa seorang penerima wahyu HARUS disucikan dulu oleh Dzat yang Maha Suci untuk sanggup menerima wahyu yang suci.

3. Sebagai sesama penerima wahyu, seorang IMAM MAHDI atau apapun istilah dan namanya pasti sangat mengenal SELUK BELUK nabi - nabi sebelumnya yang juga menerima wahyu. Meskipun dalam konteks IMAM MAHDI wahyu yang turun bukanlah wahyu kenabian, tetapi pasti seorang IMAM MAHDI mengenal dengan rinci rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad, begitu juga nabi – nabi sebelumnya. Sebagai cara untuk mengetes misalnya :
a. Seorang IMAM MAHDI pasti tahu dan bisa menunjukkan bacaan tasbih Nabi Daud kepada Allah.
b. Imam Mahdi pasti tahu hadist – hadist Nabi Muhammad yang di palsukan atau yang TAK PERNAH SAMPAI kepada kita karena sebab – sebab tertentu padahal dulu hadist itu benar – benar ada.
c. Imam Mahdi pasti tahu kapan dan pada usia berapa Nabi Isa wafat, dan tahu bunyi doa yang dipanjatkan Nabi Isa saat diizinkan Allah menghidupkan orang yang sudah mati.

4. Bila benar seorang RATU ADIL sejati yang menerima WAHYU KEPEMIMPINAN, dia pasti :
a. Mengerti kunci untuk membuka harta karun NUSANTARA dan seluruh kekayaan alam yang berguna untuk membangun kemakmuran rakyat.
b. Sanggup meluruskan sejarah perjalanan bangsa yang diputarbalikkan.
c. Mengerti cara yang paling tepat dalam memimpin dan mengatur INDONESIA.

Minimal pertanyaan - pertanyaan diatas jika bisa di jawab oleh siapa saja yang mengaku - aku dan ia bisa menunjukkan dengan meyakinkan, maka BER BAI’AT LAH karena seorang IMAM MAHDI yang sejati pasti bisa menjawab semua pertanyaan yang sangat mendasar dan eksistensial itu.
Baiklah, kami kira masih banyak petunjuk mimpi yang tidak semuanya bisa saya ungkapkan-kecuali jika anda meyakini karena didorong oleh rasa pencarian sejati layaknya seorang pencari kebenaran ALLAH yang hakiki.

Cukup sekian semoga tulisan ini bisa berguna……amin.
Sekian..


Tertanda,
01’12’2007
Sunan Kuning Penebar Pesona
Indonesia

Keyakinan lebih berharga dari kajian seribu kitab
Wacana diatas bertujuan untuk menjembatani pemikiran rakyat, Terima kasih atas kesediaannya untuk menyebar luaskan informasi diatas.
salam

My Dreams about Signs of Qiyamah, End of Times mengatakan...

Asalam-o-Alykum, My name is Qasim, from last 26+ years Allah and Muhammad s.a.w keep coming into my dreams, over 460+ times Allah comes in my dreams and 250+ times Mohammad s.a.w comes in my dreams, Muhammad s.a.w is the last Messenger of Allah and I am the Ummati of Muhammad s.a.w, My dreams about to Major Signs of Qiyamah, Gog Magog, Esa a.s, and End of Time. I have shared many dreams on my fb page Allah and Muhammad pbuh in my Dreams and my blog Allah and Muhammad saww in my Dreams

Jaya Sempurna mengatakan...

Keyakinan saya uda ada turun d kutai timur,kaltim,,mlht ciri2 nya, baik nama,ciri fisik,kebijkn dan perjln hdp dr kecil yg sllu menyamani sesama tnpa pndng bulu

Jaya Sempurna mengatakan...

Keyakinan saya uda ada turun d kutai timur,kaltim,,mlht ciri2 nya, baik nama,ciri fisik,kebijkn dan perjln hdp dr kecil yg sllu menyamani sesama tnpa pndng bulu